Jumaat, 13 Jun 2008

TANDA-TANDA KIAMAT

Rasulullah S.A.W. "Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda :-

  • 1 Asap
  • 2 Dajjal
  • 3 Binatang melata di bumi
  • 4 Terbitnya matahari sebelah barat
  • 5 Turunnya Nabi Isa A.S
  • 6 Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
  • 7 Gerhana di timur
  • 8 Gerhana di barat
  • 9 Gerhana di jazirah Arab
  • 10 Keluarnya api dari kota Yaman menghalau manusia ke tempat pengiringan mereka. iorang yang fasik, oarngdim TANDA-TANDA KIAMAT

Sesungguhnya setiap makhluk hidup –apakah itu manusia, hewan, atau tumbuh-tumbuhan– memiliki tanda-tanda dari akhir kesudahan hidupnya di dunia. Tanda-tanda dekatnya kematian manusia adalah rambut beruban, tua, sakit, lemah. Begitu juga halnya dengan hewan, hampir sama dengan manusia. Sedangkan tumbuhan warna menguning, kering, jatuh, lalu hancur. Demikian juga alam semesta, memiliki tanda-tanda akhir masanya seperti kehancuran dan kerosakan.Saa’ah asalnya adalah sebagian malam atau siang. Dikatakan juga: Saa’at segala sesuatu berarti waktunya hilang dan habis. Dari makna ini, maka saa’ah atau kiamat mengandungi dua jenis, yaitu : Saa’ah khusus bagi setiap makhluk, seperti tanaman binatang dan manusia ketika mati; dan bagi sebuah umat jika datang ajalnya. Itu semua dikatakan telah datang saatnya. Saa’ah umum bagi dunia secara keseluruhan ketika ditiup sangkakala, maka hancurlah segala yang di langit dan di bumi.

Bagaimana dengan kiamat yang sebenarnya? Tentu saja lebih dahsyat, lebih besar, dan lebih mengerikan. Dan Al-Quran banyak menyebutkan tentang kejadian di hari kiamat. Terjadinya kiamat adalah hal yang ghaib. Hanya Allah saja yang tahu. Tidak satu pun dari makhlukNya mengetahui bilakah kiamat, baik para nabi maupun malaikat. Allah SWT. Berfirman, “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.” (Luqman 34).

Maka ketika ditanya tentang hal ini, Rasulullah saw. Mengembalikannya kepada Allah swt., “Kepada-Nyalah dikembalikan pengetahuan tentang hari kiamat.” (Fushilat: 47)

Allah merahasiakan terjadinya hari kiamat, dan menerangkan bahwa kiamat akan datang secara tiba-tiba. “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui’.” (Al-A’raaf: 187)

Namun demikian, sesungguhnya Allah dengan rahmat-Nya telah menjadikan kiamat memiliki alamat yang menunjukkan ke arah itu dan tanda-tanda yang mengantarkannya. “Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesedaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?” (Muhammad: 18)

Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: ‘Tunggulah olehmu sesungguhnya kami pun menunggu (pula’).”(Al-An’am: 158)

Tanda kiamat kecil adalah tanda yang datang sebelum kiamat dengan waktu yang relatif lama, dan kejadiannya biasa, seperti dicabutnya ilmu, dominannya kebodohan, minum khamr, berlomba-lomba dalam membangun, dan lain-lain. Terkadang sebagiannya muncul menyertai tanda kiamat besar atau bahkan sesudahnya.

Tanda kiamat besar adalah perkara yang besar yang muncul mendekati kiamat yang kemunculannya tidak biasa terjadi, seperti muncul Dajjal, Nabi Isa a.s., Ya’juj dan Ma’juj, terbit matahari dari Barat, dan lain-lain.

Para ulama berbeza pendapat tentang permulaan yang muncul dari tanda kiamat besar. Tetapi Ibnu Hajar berkata, “Yang kuat dari sejumlah berita tanda-tanda kiamat, bahwa keluarnya Dajjal adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar, dengan terjadinya perubahan secara menyeluruh di muka bumi. Dan diakhiri dengan wafatnya Isa a.s. Sedangkan terbitnya matahari dari Barat adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar yang mengakibatkan perubahan kondisi langit. Dan berakhir dengan terjadinya kiamat.” Ibnu Hajar melanjutkan, ”Hikmah dari kejadian ini bahwa ketika terbit matahari dari barat, maka tertutuplah pintu taubat.” (Fathul Bari)

Tanda-Tanda Kiamat Kecil

Tanda-tanda kiamat kecil terbagi menjadi dua: Pertama, kejadian sudah muncul dan sudah selesai; seperti diutusnya Rasulullah saw., terbunuhnya Utsman bin ‘Affan, terjadinya fitnah besar antara dua kelompok orang beriman. Kedua, kejadiannya sudah muncul tetapi belum selesai bahkan semakin bertambah; seperti tersia-siakannya amanah, terangkatnya ilmu, merebaknya perzinaan dan pembunuhan, banyaknya wanita dan lain-lain.

Di antara tanda-tanda kiamat kecil adalah:

1. Diutusnya Rasulullah saw

Jabir r.a. berkata, ”Adalah Rasulullah saw. jika beliau khutbah memerah matanya, suaranya keras, dan penuh dengan semangat seperti panglima perang, beliau bersabda, ‘(Hati-hatilah) dengan pagi dan sore kalian.’ Beliau melanjutkan, ‘Aku diutus dan hari Kiamat seperti ini.’ Rasulullah saw. mengibaratkan seperti dua jarinya antara telunjuk dan jari tengah. (HR Muslim)

2. Disia-siakannya amanat

Jabir r.a. berkata, tatkala Nabi saw. berada dalam suatu majlis sedang berbicara dengan sahabat, maka datanglah orang Arab Badwi dan berkata, “Kapan terjadi Kiamat ?” Rasulullah saw. terus melanjutkan pembicaraannya. Sebagian sahabat berkata, “Rasulullah saw. mendengar apa yang ditanyakan tetapi tidak menyukai apa yang ditanyakannya.” Berkata sebagian yang lain, “Rasul saw. tidak mendengar.” Setelah Rasulullah saw. menyelesaikan perkataannya, beliau bertanya, “Mana yang bertanya tentang Kiamat?” Berkata lelaki Badui itu, ”Saya, wahai Rasulullah saw.” Rasulullah saw. Berkata, “Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” Bertanya, “Bagaimana menyia-nyiakannya?” Rasulullah saw. Menjawab, “Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.” (HR Bukhari)

3. Penggembala menjadi kaya

Rasulullah saw. ditanya oleh Jibril tentang tanda-tanda kiamat, lalu beliau menjawab, “Seorang budak melahirkan majikannya, dan engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang, dan miskin, penggembala binatang berlumba-lumba saling tinggi dalam bangunan.” (HR Muslim)

4. Sungai Efrat berubah menjadi emas

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sampai Sungai Eufrat menghasilkan gunung emas, manusia berebutan tentangnya. Dan setiap seratus 100 terbunuh 99 orang. Dan setiap orang dari mereka berkata, ”Barangkali akulah yang selamat.” (Muttafaqun ‘alaihi)

5. Baitul Maqdis dikuasai umat Islam

”Ada enam dari tanda-tanda kiamat: kematianku (Rasulullah saw.), dibukanya Baitul Maqdis, seorang lelaki diberi 1000 dinar, tapi dia membencinya, fitnah yang panasnya masuk pada setiap rumah muslim, kematian menjemput manusia seperti kematian pada kambing dan khianatnya bangsa Romawi, sampai 80 poin, dan setiap poin 12.000.” (HR Ahmad dan At-Tabrani dari Muadz).

6. Banyak terjadi pembunuhan

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tiada akan terjadi kiamat, sehingga banyak terjadi haraj.. Sahabat bertanya apa itu haraj, ya Rasulullah?” Rasulullah saw. Menjawab, “Haraj adalah pembunuhan, pembunuhan.” (HR Muslim)

7. Munculnya kaum Khawarij

Dari Ali ra. berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Akan keluar di akhir zaman kelompok orang yang masih muda, bodoh, mereka mengatakan sesuatu dari firman Allah. Keimanan mereka hanya sampai di tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya. Di mana saja kamu jumpai, maka bunuhlah mereka. Siapa yang membunuhnya akan mendapat pahala di hari Kiamat.” (HR Bukhari).

8. Banyak polis dan pembela kezaliman

“Di akhir zaman banyak polis di pagi hari melakukan sesuatu yang dimurkai Allah, dan di sore hari melakukan sesutu yang dibenci Allah. Hati-hatilah engkau jangan sampai menjadi teman mereka.” (HR At-Tabrani)

9. Perang antara Yahudi dan Umat Islam

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, ‘Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia.’ Kecuali pohon Gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR Muslim)

10. Dominannya Fitnah

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat, sampai dominannya fitnah, banyaknya dusta dan berdekatannya pasar.” (HR Ahmad).

11. Sedikitnya ilmu

12. Merebaknya perzinaan

13. Banyaknya kaum wanita

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda. “Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah ilmu diangkat, banyaknya kebodohan, banyaknya perzinahan, banyaknya orang yang minum khamr, sedikit kaum lelaki dan banyak kaum wanita, sampai pada 50 wanita hanya ada satu lelaki.” (HR Bukhari)

14. Bermewah-mewah dalam membangun masjid

Dari Anas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Diantara tanda kiamat adalah bahwa manusia saling membanggakan dalam keindahan masjid.” (HR Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu Hibban)

15. Menyebarnya riba dan harta haram

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu waktu, setiap orang tanpa kecuali akan makan riba, orang yang tidak makan langsung, pasti terkena debu-debunya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu saat di mana seseorang tidak peduli dari mana hartanya didapat, apakah dari yang halal atau yang haram.” (HR Ahmad dan Bukhari)

Tanda-Tanda Kiamat Besar

Sedangkan tanda-tanda kiamat besar iaitu kejadian sangat besar dimana kiamat sudah sangat dekat dan majoritinya belum muncul, seperti munculnya Imam Mahdi, Nabi Isa, Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj.

Ayat-ayat dan hadith yang menyebutkan tanda-tanda kiamat besar di antaranya:

Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulqarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.” (Al-Kahfi: 82)

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml: 82)

Dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari ra, berkata: Rasulullah saw. muncul di tengah-tengah kami pada saat kami saling mengingat-ingat. Rasulullah saw. bertanya, “Apa yang sedang kamu ingat-ingat?” Sahabat menjawab, “Kami mengingat hari kiamat.” Rasulullah saw. bersabda,”Kiamat tidak akan terjadi sebelum engkau melihat 10 tandanya.” Kemudian Rasulullah saw. menyebutkan: Dukhan (kabut asap), Dajjaal, binatang (pandai bicara), matahari terbit dari barat, turunnya Isa as. Ya’juj Ma’juj dan tiga gerhana, gerhana di timur, barat dan Jazirah Arab dan terakhir api yang keluar dari Yaman mengantar manusia ke Mahsyar. (HR Muslim)

Dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Hari tidak akan berakhir, dan tahun belum akan pergi sehingga bangsa Arab dipimpin oleh seorang dari keluargaku, namanya sama dengan namaku.” (HR Ahmad)

Perbedaan antara tanda-tanda kiamat kecil dan kiamat besar adalah :

1. Tanda-tanda kiamat kecil secara umum datang lebih dahulu dari tanda-tanda kiamat besar.

2. Tanda-tanda kiamat kecil sebagiannya sudah terjadi, sebagiannya sedang terjadi dan sebagiannya akan terjadi. Sedangkan tanda-tanda kiamat besar belum terjadi.

3. Tanda-Tanda Kiamat Kecil bersifat biasa dan tanda kiamat besar bersifat luar biasa.

4. Tanda kiamat kecil berupa peringatan agar manusia sadar dan bertaubat. Sedangkan kiamat besar jika sudah datang, maka tertutup pintu taubat.

5. Tanda-tanda kiamat besar jika muncul satu tanda, maka akan diikuti tanda-tanda yang lainnya. Dan yang pertama muncul adalah terbitnya matahari dari Barat .

Berkata Ali bin Abi Talib,
“Akan datang di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya saja, agama hanya bentuk saja,
Al-Qur’an hanya dijadikan bacaan saja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari zikir menyebut Asma Allah.
Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu ialah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga.
Dan kesemua yang tersebut adalah tanda-tanda hari kiamat.”

Sabda Rasulullah S.A.W,
“Apabila harta orang kafir yang dihalalkan tanpa perang yang dijadikan pembahagian bergilir, amanat dijadikan seperti harta rampasan, zakat dijadikan seperti pinjaman, belajar lain daripada agama, orang lelaki taat kepada isterinya, menderhakai ibunya, lebih rapat dengan teman dan menjauhkan ayahnya, suara-suara lantang dalam masjid, pemimpin kaum dipilih dari orang yang fasik, orang dimuliakan kerana ditakuti akan tindakan jahat dan aniayanya dan bukan kerana takutkan Allah, maka kesemua itu adalah
Tanda - tanda kiamat

Sabtu, 31 Mei 2008

SELAWAT KE ATAS BAGINDA NABI SOLLALLAHU’ALAIHIWASALLAM: MENGAPA KITA SERING TERLUPA???

" Marilah kita tidak lupa untuk sama-sama memperbanyakkan selawat ke atas Baginda Nabi Sollallahu’alihiwasallam"

Di manakah biasanya kita sering mendengar ucapan di atas di ungkapkan? Sebagaimana yang kita semua sedia maklum, itulah salah satu daripada peringatan dari khatib di atas mimbar Jumaat setiap kali khutbah Jumaat disampaikan. Persoalannya, setakat mana kita sebagai umat Islam mengambil pengajaran? Ataupun sekadar menjadi halwa telinga tetapi amalan berselawat ke atas Baginda Nabi Sollallahu’alaihiwasallam ditinggalkan???

Amat malang bagi umat Islam hari ini apabila mereka gagal menjadikan selawat ke atas Baginda Nabi Sollallahu’alaihiwasallam sebagai wirid harian. Peliknya, mereka mampu menjadikan lagu-lagu nyanyian para artis pujaan mereka sebagai zikir yang tidak pernah dilupakan. Kenapa ya?? Kemudian mengaku dengan mulut; "Aku cinta Allah, aku cinta RasulNya Sollallahuálaihiwasallam"

SYARAT KEPADA CINTA ITU ADALAH SEIRINGAN

Persoalannya, benarkah kita benar-benar sayang kepada Baginda Nabi Sollallahuálaihiwasalam? Sekiranya benar, sudah pasti kita bersedia untuk melaksanakan setiap apa yang diperintahkan oleh Baginda Nabi Sollallahu’alaihiwasallam serta meninggalkan apa yang dilarang oleh Bagida Sollallahu’alaihiwasallam. Sesungguhnya sifat cinta dan sayang kepada Baginda Nabi Sollallahu’alaihiwasallam menjadi satu kewajipan bagi setiap hambaNya yang mengaku beriman kepada Allah sebagaimana yang disebut dalam hadis Baginda Sollahu’alaihiwasallam.

" Cintalah Allah kerana dia melimpahkan nikmatNya kepada kamu, dan cintakanlah Aku(Rasulullah) kerana mencintai Allah, dan cintalah ahli baitku kerana mencintaiku"

Dalam hadis lain Baginda Sollallahu’alaihiwasallam bersabda;

" Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga dia mencintaiku lebih dari dia mencintai ayahnya, anaknya, dan sekalian manusia"

Mencapai kecintaan dari Allah Taala dan RasulNya Sollallahu’alaihiwasallam adalah suatu kejayaan dan anugerah yang sangat besar dari Allah Taala. Inilah matlamat perhambaan kita kepada Allah Taala selama ini. Inilah perkara yang kita idam-idamkan. Mengucapkan dengan mulut " Aku sayang Allah, aku cinta Rasul Sollallahu’alaihiwasallam" memang mudah, tetapi adakah rasa cinta dan sayang ini mendapat perhatian dari Allah Taala dan RasulNya Sollallahu’alaihiwasallam? Adakah apa yang diungkapkan di bibir-bibir kita seiringan dengan amalan yang kita lakukan? Allah Taala dan Rasulullah Sollallahu’laihiwasallam tidak berhajat kepada cinta kita, tetapi kitalah yang sangat berharap untuk memperoleh kecintaan daripada Allah Taala dan Baginda Nabi Sollallahu’alaihiwasallam

Apabila berada pada hari yang mulia ini, marilah kita sama-sama untuk tidak lupa memperbanyakkan selawat dan salam kepada Rasulullah Sollallahu’alihiwasallam. Sesungguhnya sesiapa yang berselawat ke atas Rasulnya dengan sekali selawat, nescaya Allah akan berselawat ke atasnya dengan sepuluh kali selawat. Apakah yang dimaksudkan selawat Allah ke atas hambanya? Selawat Allah ke atas hambaNya ialah kerahmatan dan pengampunan dariNya..
Imam Ahmad, al-Hakim, Imam Baihaqi dan selain mereka pernah meriwayatkan hadis dari Abdul Rahman bin ‘Auf Radiallahu’anha, katanya: " Suatu hari aku telah mengikut Rasululah Sollallahu’alaihiwasallam dan aku melihatnya masuk ke sebuah kebun yang berada di dalamnya pohon kurma. Aku mengikutnya lalu aku mendapati Baginda Sollallahu’alaihiwasalam sedang sujud –sujud di atas tanah-. Aku menunggu Baginda Sollallahu’alaihiwasallam. Nabi memanjangkan sujudnya dan memanjangkannya lagi sehingga aku menyangka roh Baginda Sollallahu’alaihiwasallam telah dicabut oleh Allah Taala. Maka, aku pergi kepada Rasulullah Sollallahu’alaihiwasallam untuk melihat keadaan Baginda Sollallahu’alaihiwasallam. Lalu Baginda Sollallahu’alaihiwasallam mengangkat kepalanya seraya bersabda; " Mengapa kamu wahai Abdul Rahman". Aku berkata: "Engkau meletakkan mukamu di sini sangat lama, aku takut sekiranya rohmu telah dicabut, lalu aku berkata pada diriku; aku tidak akan dapat melihat Rasululah Sollallahu’alaihiwasallam selama-lamanya selepas ini". Baginda pun bersabda " Sesungguhnya telah datang utusan dari Tuhanku lalu dia berkata, hendakkah aku berikan kepadamu satu khabar gembira? Sesungguhnya Allah Taala berfirman kepadamu; sesiapa yang berselawat ke atasmu dengan sekali selawat, nescaya Alah akan berselawat ke atasnya dengan sepuluh kali selawat".

Rasulullah membuktikan kecintaan kepada umatnya sehinggakan Baginda Sollallahu’alaihiwasallam sujud dan meletakkan mukanya yang mulia di atas tanah tanpa hijab. Baginda Sollallahu’alaihiwasallam memanjangkan sujudnya tanda syukur kepada Allah . Mengapa wahai ikhwah dan akhawat sekalian? Bukanlah kegembiraan Nabi Sollallahu’alaihiwasallam kerana selawat ke atasnya, akan tetapi kegembiraan Baginda Sollallahu’alaihiwasallam kerana ganjaran yang dikurniakan ke atas umatnya iaitu balasan selawat Allah Taala ke atas kita sekiranya kita berselawat ke atas Baginda Sollallahu’alaihiwasallam.

Mengungkapkan berbanyak-banyak selawat ke atas baginda adalah salah satu cara untuk menzahirkan perasaan cinta dan sayang kepada Rasulullah Sollallahu’alaihiwasallam. Ramai yang melahirkan rasa tidak puas hati, apabila kita mengadakan majlis-majlis dengan memperbanyakkan di dalamnya selawat memuji Nabi Sollallhu’alaihiwasallam. Apa salahnya melahirkan rasa cinta kita kepada Insan yang diperintahkan oleh Allah supaya mencintaiNya? Suatu hari sahabat bertanya Rasulullah Sollahu’alaihiwasallam; "Mengapa kamu berpuasa pada hari Isnin?", Rasulullah Sollallahu’alaihiwasallam menjawab; "Itulah hari aku dilahirkan"

Semoga Allah menanamkan dalam hati kita perasaan cinta kepadaNya, kepada Rasulullah Sollallahu’alaihiwasallam dan kepada sesiapa yang mencintai Allah dan RasulNya Sollallahu’alaihiwasallam. Amin

Isnin, 26 Mei 2008

KEPENTINGAN USRAH DALAM GERAKAN ISLAM

Tonggak kepada gerakan Islam ialah usrah. Tanpa usrah maka gerakan akan menjadi jumud dan tidak melahirkan generasi pelapis. Tanpa usrah yang betul maka tidak akan mencapai matlamat yang perlu ada pada mana-mana gerakan. Segala keputusan akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila konsep usrah dipraktikkan dalam gerak kerja berjemaah.

Usrah juga bukan majlis ilmu semata-mata, tetapi majlis untuk meningkatkan komitmen dalam Islam dan usaha memperjuangkannya. Usrah juga merupakan majlis untuk membincangkan masalah organisasi dalam jemaah. Kesilapan memahami fungsi usrah menyebabkan perjalanannya lesu dan tidak bermaya. Ia juga tidak akan memberi apa-apa kesan pada peribadi dan juga pergerakan jemaah.

DEFINISI USRAH

Usrah bermakna keluarga. Rapatnya hubungan antara angota usrah menyebabkan kadang-kadang ia lebih akrab dari hubungan saudara sekeluarga.

Manakala istilah yang disebut oleh para ulama’ gerakan ialah individu Muslim yang beriman kepada Allah yang berusaha dalam membina fikrah Islam dalam diri dan peribadi Muslim. Berusaha untuk tolong menolong sesama mereka untuk memahami ajaran Islam dan melaksanakan amanah yang dipikulkan ke atas mereka dalam mengajak manusia mengabdikan diri kepada Allah serta menjauhkan diri dari pengabdian diri kepada manusia dan taghut.

Kesimpulannya, usrah adalah proses untuk mengikat hubungan yang lebih mantap di kalangan ahli jemaah bagi melakukan kerja Islam yang mencabar. Tegur-menegur antara sesama ahli dan nasihat-menasihati adalah asas kekuatan jemaah. Kemanisan berjemaah akan terasa apabila pelaksanaannya menepati kehendak usrah.

TUJUAN USRAH

Antara tujuan usrah ialah;

1. Mendidik hati para anggota untuk menjadi manusia yang taat kepada Allah Taala.
2. Menghubungkan anggota secara langsung dengan ajaran al-Quran dan as-Sunnah.
3. Mengiltizamkan anggota dengan akhlak al-Quran supaya dapat mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangannya.
4. Menjadikan Rasul dan para sahabat sebagai ikutan seharian.
5. Berfikiran dan bertindak selari dengan apa yang diajar oleh Allah dan Rasul.
6. Sentiasa dapat bermulazamah dengan al-Quran dan al-Hadis.
7. Membentuk peribadi Muslim, keluarga Muslim dan masyarakat Muslim.
8. Melahirkan keikhlasan kepada Allah dalam setiap amalan.
9. Merapatkan ukhuwwahdan kasih sayang dalam kalangan anggota.
10. Menghidupkan budaya nasihat-menasihati.
11. Menanamkan semangat cintakan agama Allah.
12. Meningkatkan motivasi ahli yang menyertai usrah. Manusia hidup dengan cita-cita, harapan dan kepercayaan yang diyakini. Penekanan yang tepat kepada konsep keimanan kepada Allah dan Rasul akan melahirkan iltizam serta pengorbanan yang bersungguh-sungguh dan tidak kenal erti kecewa.
13. Membuka saluran komunikasi dalam sesebuah organisasi. Sistem usrah yang digunakan boleh mewujudkan sistem komunikasi yang baik di samping mewujudkan arahan sebutang (one button mobilisation)
14. Menguji bakat dan kebolehan anggota masing-masing.
15. Memahami peribadi anggota dengan lebih dekat seperti pemanas, pemurah, penakut, lembap, gopoh dan sebagainya.


RUKUN USRAH

1.Taaruf

Iaitu berkenalan sesama anggota, seperti nama, pekerjaan, umur, latar belakang pendidikan, latar belakang keluarga, tempat tinggal, pengalaman yang dilalui selama ini sehingga masing-masing merasakan bahawa setiap anggota adalah sebahagian daripadanya dirinya sendiri. Asas kepada gerakan dakwah ialah kasih sayang dan ia bermula daripada pengenalan yang mendalam antara dua saudara.

Oleh itu, taaruf hendaklah berkenal-kenalan serta berkasih sayang dengan semangat cintakan agama Allah. Taaruf ini hendaklah daripada dua belah pihak-memberi dan menerima.

Apabila pengenalan telah berputik maka ia akan menghasilkan buah yang baik dalam pergaulannya.

Sabda Rasulullah Sollallahualaihiwasallam;
” Orang mukmin bagi orang mukmin itu laksana bangunan yang sebahagiannya memperkuatkan sebahagian yang lain”

Sabda Rasulullah sollallahualaihiwasallam Dalam hadis yang lain;
” Orang muslim ialah saudara bagi muslim yang lain, ia tidak menzaliminya dan tidak akan membiarkannya”

Sabda Rasulullah Sollallahualaihiwasallam;
” Perbandingan orang-orang mukmin dalam erti kasih sayang mereka, dan dalam persimpatian mereka adalah laksana badan yang satu”

2. Tafahum

Saling bersefahaman sesama anggota dalam beramal dan bertindak.

Persefahaman ini penting kerana ikatan tidak akan dapat dibentuk sekiranya tidak ada persefahaman yang mantaap di kalangan anggota. Apabila persefahaman ini wujud maka segala nasihat-manasihati menjadi baik. Apabila persefahaman terpaut sesama anggata maka ia akan membuahkan kasih sayang antara mereka.pabila persefahaman terpaut sesama anggata maka ia akan membuahkan kasih sayang antara mereka.Perasaan syak wasangka hilang, perasaan hasad dengki terhindar. Dua saudara tidak mengambil hati apabila ia di tegur oleh sahabat. Rukun tafahum ini berkait rapat dengan ukhuwwah kerana ukhuwwah tidak dapat dilaksanakan kecuali sudah ada persefahaman di kalangan mereka

3. Takaful

Dalam kumpulan usrah hendaklah ada perasaan tolong-menolong dan bantu-membantu dikalangan saudara yang lain dalam menghadapi apa sahaja suasana yang memerlukan bantuan normal dan material samada bersifat peribadi mahupun keluarga. Oleh itu, saudara hendaklah bersungguh-sungguh untuk memikul bebanan sesama sendiri. Dasar takaful ini merupakan tunjang iman dan intipati ukhuwwah sejati. Saudara hendaklah bertanya khabar, ziarah menziarahi dan berganti kebajikan dengan cara tolong-menolong antara satu sama lain. Jangan biarkan saudara seperjuangan terlantar tanpa apa-apa berita dan pembelaan.

Renunglah Hadis Rasulullah mengenai kelebihan perkara tersebut-bermaksud;
” Keluar seorang dari kamu itu berjalan kerana hendak menolong saudaranya adalah lebih baik baginya daripada beriktikaf selama sebulan dalam masjid aku,”

Sabtu, 24 Mei 2008

Tulisan Dr.Sanusi Daeng Mariok

HARAKAH ISLAMIAH: Perlunya ujian…”
Firman Allah SubhanahuWaTaala maksudnya:
“Apakah kamu menyangka bahawa kamu akan masuk syurga Tuhan sedangkan kamu belum diuji sebagaimana orang-orang yang terdahulu dari kamu yang telah diuji”
PERGERAKAN ISLAM dari dahulu hingga sekarang telah melalui pelbagai detik ; kadang-kadang ia melalui detik cemas yang mencabar keimanan dan menuntut pengorbanan, juga terdapat ketika ia mengalami zaman tenang seolah ‘berseronok-seronok’.
Dari keadaan-keadaan tersebut maka kita perlu merungkai semula tentang strategi, uslub, kedudukan dan masa hadapan pergerakan Islam. Apa yang sangat jelas, sejak Adam alaihissalam hingga kepada Rasulullah Sollallalahualaihiwasallam pergerakan Islam mengalami satu keadaan, iaitu ciri-ciri tribulasi.
Inilah gambaran ciri-ciri perjalanan pergerakan Islam yang paling betul dan wajib pula ianya menjadi ikutan dan diberikan sokongan. Rasulullah Solallallahualaihiwasallam sebagai pembawa risalah yang agung telah mengalami tribulasi yang maha hebat. Pergerakan Islam akan ditentang sengit jika seruannya untuk mendaulatkan Islam sepenuhnya dan setulennya
Tepatlah kata Syed Qutb,
”Kalau Islam menjadi ’ahwal syakhsiyyah’ (urusan peribadi), maka, Pembawa Islam dan Islam tidak ditentang”!
Di sini ada dua keadaan dalam memperjuangkan Islam:
1) Islam wajib diperjuangkan supaya berdaulat kepada umum.
2) Islam juga mesti diperjuangkan secara tribulasi.
Jalan perjuangan Islam penuh dengan ranjau. Tidak mungkin memperjuangkan Islam tetapi senang ‘tidur’.
Telah menjadi fitrah dan sunnatullah bahawa setiap masa dan keadaan akan sentiasa berlaku pertembungan antara hak dan batil. Oleh itu, pejuang tidak perlu merasa kecewa kerana tribulasi yang dihadapi.
Tribulasi seperti inilah menjadi syarat-syarat yang ampuh dalam proses pentamrinan, proses pengkaderan, serta dalam usaha meletakkan nilai dan juga penentu samada seseorang itu pejuang atau penyeleweng.
Hujjatul Islam Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menyebut:
” Iman dan keimanan pada diri seseorang diibaratkan sebagai akar umbi pada sesuatu pokok sementara taufan adalah tribulasi. Orang-orang yang imannya kukuh dan teguh walaupun dilanda taufan maka sementara waktu ia bergoyang sedikit tetapi selepas itu ia mantap semula malah jauh lebih indah dan hebat dari sebelumnya”.
Sebagai pergerakan aqidah yang menjadi landasan maka, bersama-sama dengan keimanan, sikap serta perhitungan yang teliti juga perlu. Jiwa yang tidak teliti serta kurangnya perhitungan maka pejuang terjebak dan menjadi mangsa kepada suasana dan terus menyeleweng dari tabiat tabii gerakan Islam itu. Kes seperti Hassan Turabi di Sudan yang telah meninggalkan Ikhwanul Muslimin dan menyertai kabinet Numeiri serta tindak tanduk Saudara Anwar Ibrahim dengan slogan ’membaiki dari dalam’ telah menghujahkan realiti tersebut. Imam Khomeini ketika diwawancara dan kenyataan telah disiarkan dalam sebuah majalah di Iraq telah menyebut;
”Sejak jatuhnya kerajaan Turki Uthmaniyyah sampai sekarang tidak sedikit pejuang Islam yang bangun dan terkorban. Namun begitu, belum pernah mana-mana perjuangan Islam itu benar-benar berjaya”.
Kegagalan-kegagalan tersebut bukannya kerana Islam itu tidak benar atau harakah Islam tidak betul, atau pejuangnya tidak mahu berkorban tetapi ada silap dalam perhitungan dan cara perjuangan. Menurut Imam Khomeini, Islam adalah aqidah maka ianya wajib diperjuangkan di atas tapak aqidah dan adalah sangat mustahil islam itu diperjuangkan di atas tapak-tapak yang lain seperti tapak kebangsaan, kapitalis, sosialis dan komunis. Sebabnya Islam itu sendiri bertentangan dan tidak berkompromi dengan dasar-dasar tersebut dalam perkara prinsip.
Ini adalah satu dasar yang penting seharusnya menjadi perhitungan bagi mengatur langkah pergerakan. Perjuangan tidak di atas tapak aqidah samalah seperti memelihara ayam dan musang.
Sesunguhnya prasyarat ke arah kejayaan pergerakan Islam adalah sangat penting. Di sana ada tiga syarat yang perlu dihitung dan diperhatikan;
1) Mesti ada generasi yang dibentuk oleh harakah secara terperinci.
Pandangan ini jika dilihat dalam Sirah Nabawi adalah sangat penting. Generasi pertama al Jilul awwal yang telah di tarbiah selama tiga belas tahun pada zaman Mekah dengan melalui tekanan-tekanan dan ujian-ujian akhirnya berjaya mendaulatkan satu ummah dalam sebuah Daulah Islamiah di Madinah al-Munawwarah.
Adalah amat tidak mungkin wadah Islam mengharapkan orang-orang lain yang keluar dari wadah bukan Islam untuk memperjuangkan aqidah dan cita-cita Islam.
Kalau-kalaupun ada maka terjadilah lompat-melompat!
Dr. Bapak Muhammad Nasir, seorang pemimpin Islam terkenal di Indonesia menyebut beberapa jalan untuk pergerakan Islam mencapai kejayaan antaranya;
1) Bila keimanan masuk kedalam lubuk hati pemerintah.
2) Apabila keimanan berpindah ke tangan golongan orang-orang yang beriman.
Cara yang pertama adalah mudah tetapi tidak pernah berlaku!
Cara yang kedua adalah realitinya lebih benar sebagai sunnatullah dalam medan gerakan Islam.
2) Keseragaman pandangan terhadap Dinul Islam
Dalam jemaah atau individu semuanya adalah dipandang bermanfaat kerana setiap individu mempunyai kemampuan, keupayaan, kebolehan yang berbeza-beza. Antara sesama individu atau kumpulan mesti ada rasa penghormatan pemikiran dalam masalah-masalah yang tidak menyanggahi prinsip. Masalah besar yang wujud sebagai batu penghalang ialah tentang sempitnya pandangan mereka terhadap tasawwur Islam. Sesetengahnya melihat Islam dalam kacamata ibarat sahaja. Sesetengahnya pula menyokong perjuangan Islam kerana ikut-ikutan atau di atas dasar merajuk mungkin kerana tidak mendapat habuan yang sejati.
Dr. Muhammad Yasir dalam bukunya Fiqhud Dakwah menyebut;
“pendakwah hendaklah menyampaikan seperti mana seadanya jangan dihias-hias atau jangan dipelaga-lagakan kerana Islam itu bukan barangan palsu dan jangan pula disorok-sorok kerana islam itu bukan barang larangan.”.
Selain itu, peribadi pendakwah perlu dijaga jangan sampai menjadi penjual landak dan jangan melandakkan Islam.
Bukan sahaja orang tidak mahu membeli landak yang di jual bahkan orang ramai akan dicabut lari!
3) Berusaha menghapus atau meringankan tribulasi
Tribulasi adalah menjadi faktor penting dalam memantapkan keimanan perjuangan tetapi sekurang-kurangnya ia menjadi takdir yang melambatkan arah pergerakan Islam itu sendiri.
Banyak bentuk-bentuk tribulasi yang dihadapi-ketidakseragaman dalam pemikiran yang meyakini Islam sebagai ad-Din wad Daulah selain dari tribulasi diluar pemikiran itu sendiri.
Bagaimanakah halangan-halangan ini boleh mempercepatkan arah gerakan?
Begitupun, hakikatnya bahawa perjuangan Islam tidak pernah gagal. Akhirnya adalah menjadi peringatan yang penting samada kita menang atau syahid dan kedua-duanya adalah kemenangan yang besar.
Inilah bentuk tarbiah yang ditanamkan dalam pemikiran generasi yang telah melahirkan satu ummah yang unggul dan mulia kerana Islam
Semoga Allah akan memberkati dan mencucuri kepada kita dengan istiqamah, kekuatan iman, kemantapan sikap dalam mengharungi badai perjuangan terutama dalam saat-saat Islam dan pejuangnya berdepan dengan tribulasi yang menggoyahkan aqidah.
Insyaallah, kemenangan semakin dekat syarat usaha mesti digandakan.